Tampilkan postingan dengan label amanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amanah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 Februari 2013
Titipan-Nya
Sering kali aku berkata ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan-Nya
Bahwa rumahku hanya titipan-Nya
Bahwa hartaku hanya titipan-Nya
Tetapi mengapa aku tidak pernah bertanya
Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian
Kusebut itu sebagai petaka
Kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas
Dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan
Seolah semua "DERITA" adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti Matematika
Aku rajin beribadah
Maka selayaknyalah derita menjauh dariku
Dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku" dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti...
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
#WS Rendra
Kamis, 19 Januari 2012
Tarbiyah Islam Bagi Anak
Prinsip-prinsip dasar:
- Anak-anakmu bukanlah pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah;
- Karena apa yang Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yang harus ditunaikan;
- Orang tualah yang ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kepada Allah, maka tepatilah janjimu karena akan Allah minta pertanggungjawabannya;
- Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah;
- Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkanmu membentuk anak-anak yang shalih;
- Jangan berharap kebaikan dari anak-anakmu bila tidak mendidik mereka menjadi anak-anak shalih;
- Jangan berharap banyak pada anak-anakmu bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya;
- Didiklah anak-anakmu sesuai fitrahnya;
- Janganlah menginginkan anak-anakmu sebagai anak-anak yang shalih sebelum engkau menjadi shalih lebih dahulu;
- Janganlah menuntut hakmu dari anak-anakmu, sebelum engkau memberi hak anak-anakmu;
- Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak-anakmu, sampai engkau memenuhi hak-hak Allah atasmu;
- Berbuat baiklah pada anak-anakmu bahkan sebelum mereka diciptakan;
- Jangalah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tapi bersungguh-sungguhlah dalam mendidik;
- Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
